Minahasa Utara Satu-Satunya Daerah di Sulut yang Tembus Nominasi IGA 2026, Bupati Joune Ganda Paparkan Dua Inovasi Unggulan

ONLINEBRITA.COM MINUT, – Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune James Esau Ganda, tampil memukau dengan pemaparan yang elegan saat membawakan dua inovasi unggulan daerah dalam pentas Innovative Government Award (IGA) 2026. Ajang bergengsi yang dihelat oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri ini berlangsung pada Kamis (5/11/2026).

Prestasi ini kian istimewa lantaran Minahasa Utara (Minut) mencatatkan diri sebagai satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara yang berhasil menembus jajaran nominasi IGA tingkat nasional tahun ini.

Di hadapan 30 tim penilai lintas sektor dan akademisi, Bupati Joune Ganda yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal APKASI ini menegaskan bahwa inovasi di Minut tidak sekadar mengejar piala. “Fokus utama kami adalah menghadirkan solusi nyata yang langsung berdampak dan dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kompetisi ketat IGA 2026, Minahasa Utara bersaing dengan sejumlah daerah potensial lainnya, yakni Kabupaten Mimika, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Sorong, Kabupaten Tana Tidung, Kota Batam, dan Kabupaten Sambas.

Untuk menghadapi penilaian tersebut, Minut mengandalkan dua inovasi andalan yang saling melengkapi. Pertama, Our Simple Tax, sebuah terobosan digital hebat yang dirancang untuk mempermudah pelayanan perpajakan sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kedua, Dapur CETUS JG-KWL, inovasi non-digital yang difokuskan pada pemenuhan gizi keluarga dan percepatan penanganan stunting. Keduanya mencerminkan arah pembangunan Minahasa Utara yang tidak hanya berorientasi pada pembenahan tata kelola pemerintahan, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara humanis.

Dalam sesi pemaparannya, Bupati Joune Ganda juga menjelaskan posisi strategis dan potensi Kabupaten Minahasa Utara yang terdiri dari 10 kecamatan, 125 desa, dan enam kelurahan. Letak geografis Minut yang berada di antara Kota Manado dan Kota Bitung menjadi keunggulan komparatif daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Meski memiliki jumlah penduduk yang cukup besar, yakni mencapai 232.848 jiwa (data 2025), Minahasa Utara menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari upaya peningkatan PAD, kualitas pelayanan publik, hingga persoalan kesehatan masyarakat, khususnya penurunan angka stunting. Namun, berbagai tantangan tersebut justru menjadi pendorong utama bagi pemerintah daerah untuk terus membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Data menunjukkan lompatan transformasi yang tajam di Kabupaten Minahasa Utara. Bermula dari predikat “kurang inovatif” pada 2023, Minut melesat menjadi “kabupaten inovatif” pada 2024 dengan 65 inovasi daerah, hingga akhirnya menyabet predikat “sangat inovatif” pada 2025 dengan total 82 inovasi daerah. Peningkatan ekosistem inovasi ini juga berjalan seiring dengan perbaikan kualitas hidup masyarakat, yang tercermin dari kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Minut dari angka 74,69 pada 2022 menjadi 77,76 pada 2025.

Menutup pemaparannya, Bupati Joune Ganda menegaskan filosofi yang menjadi landasan setiap kebijakan di daerahnya.

“Inovasi tidak boleh berhenti dan harus memberi dampak nyata (De Mayento dan Madampakjo). Keberhasilan inovasi tidak diukur dari seberapa banyak penghargaan yang diraih, tapi dari seberapa besar manfaat dan perubahan positif yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Joune Ganda.

Dengan rekam jejak transformasi yang impresif ini, Minahasa Utara kini menaruh harapan besar untuk membawa pulang penghargaan bergengsi dari ajang IGA 2026 sebagai bukti komitmen nyata pemerintah daerah bagi kesejahteraan warganya.

Mec.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *