Harumkan Indonesia, Tim Polimdo Raih Juara Tiga Inovasi Kontruksi TerraSight AI Yang Digelar XCMG di Xuzhou Tiongkok

ONLINEBRITA.COM, MANADO – Indonesia bole berbangga. Sebab, dua orang putra terbaik asal provinsi Sulawesi Utara Manado
Ir. Fardi Kalumata,S.ST.,M.T.,IPM dan
Steven Kamurahan, S.T.,M.Ars
berhasil menjadi juara tiga (Third Prize) katagori profesional Competition ( Tim Group), pada 15th Cina Innovation & Enterpreneurship Competation Divisi AI Contruction Machinery yang digelar oleh XCMG.

  Ajang kejuaraan  Inovasi Konstruksi  TerraSight AI Tingkat dunia tersebut berlangsung tanggal 30 Oktober 2026 di Xuzhou Tiongkok.
  Saat memberikan keterangan Pers kepada wartawan liputan Polimdo di ruang rapat Kampus Polimdo (3/11), 

Dua putra Kawanua yang merupakan dosen jurusan teknik sipil Politeknik Negeri Manado (Polimdo) ini mengakui, untuk mencapai prestasi ini meliwati berbagai tantangan yang sangat sulit.
Sebab lanjut Fardi Kalumata, dari aspek komunikasi saja saat presentasi para juri penilai mayoritas menggunakan bahasa Cina. Untung saja ada penerjemah. Belum lagi soal persiapan ” Kita dikejar waktu, karena saat tiba langsung dilakukan presentasi. Mereka sangat disiplin waktu,” ujar Ferdi yang didamping juga Wadir III Polimdo Ir. Rudolf E.G Mait, ST.MT.IPM ASEAN. Eng yang merupakan koordinator tim.

   Menurut Fardi,  kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai belahan dunia termasuk 3 Perguruan tinggi lainnya dari Indonesia, telah memaparkan proposalnya. Dan, para penilai kagum dengan aplikasi yang kami sampaikan karena ada rangkaian  terkoneksi dengan satelit.

Wadir III mengakui keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Politeknik Negeri. Manado Prestasi tersebut sekaligus mempertegas peran pendidikan vokasi dalam menghasilkan inovasi teknologi yang aplikatif, relevan dengan kebutuhan industri, serta memiliki daya saing global.

Menurutnya, pimpinan Politeknik Negeri Manado menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota tim atas dedikasi, kerja keras, kreativitas, dan komitmen dalam mengembangkan inovasi hingga berhasil meraih penghargaan tingkat dunia.

Capaian ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Polimdo untuk terus mengembangkan budaya inovasi, riset terapan, kewirausahaan, serta kolaborasi internasional
Juara Ketiga Dunia bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi merupakan bukti bahwa karya anak bangsa dari Politeknik Negeri Manado mampu tampil dan mendapatkan pengakuan di panggung inovasi internasional
Sementara itu
Wakil Direktur IV Polimdo, Juliet P. T. Makinggung, S.E., M.Si., yang ikut hadir mengakui
“Ini sebenarnya pembuktian bahwa masuk Politeknik tidak pernah salah. Karena orang sudah berprestasi, dan hal ini dibuktikan dengan prestasi dunia,” tegas Juliet.

Melalui pencapaian ini, Juliet mengajak generasi muda, khususnya di Sulawesi Utara, untuk tidak ragu memilih pendidikan di.Polimdo. Ia menjamin lingkungan kampus akan sangat mendukung pengembangan potensi mahasiswa.
“Ke depan tentunya diharapkan banyak adik-adik kita yang masih belum bergabung dengan Politeknik, silakan bergabung. Karena di sini kalian akan berkembang bersama-sama dengan tim dosen yang juga inovatif dan punya cara berpikir masa depan yang berkembang,” ujarnya.

Juliet memaparkan harapan besarnya ke depan, mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi langsung dilibatkan dalam proyek-proyek strategis dan kompetisi berskala besar.

Lebih lanjut, Juliet berharap prestasi ini mampu menciptakan atmosfer baru bagi dunia vokasi, khususnya di Polimdo. Kampus kini memiliki rekam jejak yang membuktikan bahwa civitas akademika Polimdo mampu keluar dan bersaing di level global.

Prestasi Juara 3 di Tiongkok ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi Polimdo untuk terus melahirkan inovasi-inovasi konstruksi terdepan dan mencetak lulusan vokasi yang siap kerja, cerdas, dan berdaya saing global.(*/sobjim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *