ONLINEBRITA.COM, MANADO – Saat memberikan kuliah umum, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono mengajak mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado untuk tidak hanya memahami dinamika global secara teori. Tetapi juga harus mampu menerapkan ilmu pengetahuan dalam langkah nyata menjawab berbagai persoalan dunia.
Menlu Sugiono sampaikan hal ini ketika memberikan kuliah umum bertema “Diplomasi Indonesia di Tengah dinamika Global” di Unsrat (26/6). Kegiatan yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat itu menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-62 universitas .
Sugiono menilai situasi global saat ini dipenuhi tantangan lintas sektor yang menuntut respons serius dari berbagai pihak, termasuk kalangan perguruan tinggi dan generasi muda.
Menurut dia, mahasiswa perlu memiliki kemampuan memahami persoalan internasional secara kritis, lalu menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan yang konkret di tengah masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk hal-hal yang nyata. Dengan begitu, mereka bisa memahami sekaligus ikut mencari jawaban atas tantangan global yang sedang dihadapi,” ujar Sugiono.
Dalam kesempatan itu, Sugiono juga memilih dua mahasiswa FISIP Unsrat untuk mengikuti kunjungan kerja luar negeri bersama Kementerian Luar Negeri RI.
Program tersebut dimaksudkan agar mahasiswa dapat melihat langsung proses kerja diplomasi Indonesia dalam agenda internasional.
Sementara Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng.
mengatakan tema kuliah umum saat ini relevan dengan kondisi dunia yang sedang menghadapi tantangan multidimensional, mulai dari meningkatnya persaingan geopolitik, perkembangan teknologi digital yang cepat, hingga perubahan iklim.
Selain itu, ketahanan pangan, energi, kesehatan dan keamanan kawasan juga terus menjadi isu penting dalam hubungan antarnegara.
Menurut Rektor, diplomasi menjadi instrumen strategis bagi Indonesia untuk melindungi kepentingan nasional, memperkuat stabilitas kawasan, serta ikut mendorong kesejahteraan dunia.
“Indonesia dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif memiliki posisi penting untuk menjembatani berbagai kepentingan global, sambil terus memperjuangkan kerja sama dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
Unsrat, lanjutnya, memandang isu diplomasi internasional sangat relevan karena berada di kawasan timur Indonesia yang berhadapan langsung dengan wilayah Asia Pasifik.
Letak geografis tersebut dinilai membuka ruang besar bagi pengembangan kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, ekonomi, kebudayaan hingga pembangunan berkelanjutan.
Kuliah umum ini diharapkan memperluas pemahaman mahasiswa dan civitas akademika Unsrat mengenai arah diplomasi Indonesia di tengah perubahan global yang terus bergerak.
Perguruan tinggi juga didorong untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki wawasan internasional, daya pikir kritis, serta kepekaan terhadap isu global.(*)







