ONLINEBRITA.COM, YOGYAKARTA – Ditengah riuh sorak penonton yang memenuhi arena GOR UNY (Universita Negeri Yogyakarta), Minggu (21/6/2026) satu nama muda asal Kota Manado berhasil mencuri perhatian dalam final Kejuaraan International Gelora Taekwondo Indonesia (IGTI) II tahun 2026.
Dia adalah Jill Gizella Taroreh, atlet muda berbakat dari Dojang Bank SulutGo Taekwondo Club (BSG-TC) yang sukses mempersembahkan medali emas setelah tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Di usianya yang masih sangat muda, Jill telah menunjukkan karakter seorang petarung sejati.

Mengawali karier dari Dojang BSG-TC, Jill juga dikenal sebagai atlet binaan PPLPD (Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraha Pelajar Daerah) Kota Manado, tempat di mana bakat dan kemampuannya terus berkembang.
Di bawah arahan pelatih BSG-TC, SabeumNim Stenly Pangalila, kemampuan teknik, mental bertanding, hingga rasa percaya dirinya terus ditempa untuk menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai daerah di Indonesia dalam kejuaraan level Internasional yang melibatkan 3 ribuan peserta atlet dari ratusan dojang se Indonesia, bahkan ikut ambil bagian 5 negara luar dalam iven akbar ini.
Puncak penampilan Jill terjadi saat partai final kategori Pemula Under 51 Kg, ketika dirinya harus menghadapi atlet asal Salatiga, Erica Devina Cresse. Pertandingan berlangsung ketat dengan tensi tinggi, namun Jill mampu tampil tenang dan disiplin menjalankan strategi yang telah disiapkan pelatih.
Berkat determinasi dan teknik yang matang, Jill akhirnya keluar sebagai pemenang dan memastikan medali emas diboyong pulang ke Manado. Kemenangan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menambah daftar prestasi membanggakan bagi dunia taekwondo Kota Manado yang terus melahirkan atlet-atlet potensial di tingkat nasional maupun internasional.

“Jill adalah salah satu atlet muda yang memiliki disiplin latihan sangat baik. Dia cepat belajar, memiliki mental bertanding yang kuat, dan selalu menunjukkan perkembangan positif di setiap latihan. Saya bangga melihat kerja kerasnya terbayar dengan medali emas di ajang sebesar IGTI. Ini baru awal, saya yakin Jill memiliki masa depan yang sangat cerah.” kata SabeumNim Stenly.
Jill sendiri mengaku senang dan tak lupa mengucap syukur kepada Tuhan bisa meraih medali emas untuk BSG-TC, keluarga, Kota Manado, dan Sulawesi Utara. Diakuinya, pertandingan babak final tidak mudah baginya, karena lawan yang dihadapinya rata-rata memiliki teknik dan gaya strategi tanding beda-beda.
Meski demikian, dia terus berusaha mengikuti arahan pelatih. Apalagi baru pertama kali ini dirinya bertanding keluar daerah setaraf kejuaraan International ini. “Terima kasih untuk mama, papa, pelatih SabeumNim Stenly dan semua teman-teman dojang BSG-TC yang terus mendukung saya sampai bisa berdiri di podium juara ini,” ujar perempuan pemilik tinggi badan 164 cm ini tak henti-henti mengeluarkan air mata karena terharu dengan pencapaiannya kali ini.
Prestasi Jill menjadi bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk meraih prestasi besar. Dengan semangat, disiplin, dan kerja keras, atlet-atlet muda Sulawesi Utara terus menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi dan mengharumkan nama daerah di kancah internasional.(*)







