Foto: Totoh Masyarakat Kota Tomohon Drs Andrikus Wuwung.
ONLINEBRITA.COM, Tomohon – Aksi tolak menolak Laporan Pertanggungjawaban dan APBD Perubahan Kota Tomohon Tahun Anggaran (T.A) 2022 – 2023, berujung tuai kecaman keras dari sejumlah tokoh masyarakat Tomohon.
Tak pelak, sandiwara penolakan yang dipertontonkan oleh Penguasa Legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut, dinilai mempreteli hak-hak rakyat juga penghambat kemajuan Pembangunan di Kota Tomohon.
“Mereka itu type Politisi Busuk yang senang menerapkan sistem politik Oligarki menghilangkan pemenuhan hak rakyat hanya untuk kepentingan kelompok, ” ujar Birokrat Senior Andrikus Wuwung kepada Media ini, Rabu (07/08/2024).
Menurut dia, kini masyarakat muak melihat aksi Legislator FPG terlalu menonjolkan kepentingan Partai diatas segala-galanya, mengabaikan kepentingan rakyat.
“Mereka pikir kami masyarakat sudah buta terhadap ulah tak terpuji yang diperagakan dari aksi Politisi busuk di Gedung Rakyat Tomohon,” tandas Wuwung.
Sembari merunut beberapa item penolakan yang dilakukan para Legislator FPG selang T.A 2022-2023.
“Ingat, bahwa Pelaksanaan APBD 2022 tidak dibahas, kemudian APBD Perubahan 2023 FPG Walkout, selanjutnya APBD 2023 Perwako krn tidak tuntas di DPR, dan APBD 2023 Ditolak,” sergahnya.
Ia tuturkan, sepertinya Pemerintahan kita lumpuh total dan tak mampu bersinergi,” ungkap Tokoh masyarakat yang berkapasitas sebagai Stafsus Walikota Bidang Pemerintahan Umum.
Kata Wuwung, bahwa ini tahun Politik sehingga yang diutamakan adalah kepentingan politik. Akan tetapi jangan dilupakan kepentingan rakyat.
Kedaulatan ada ditangan rakyat. Sehingga aksi penolakan itu dinilai rakyat mereka tidak becus dan sebagai penghambat pembangunan,” imbuhnya.
“Ya, mereka pemegang palu dan menjadi dirigen dengan 10 kursi dewan,” tegas mantan Sekwan Kota Tomohon itu.
Sambil mengingatkan, kedepan Partai Penguasa DPRD Kota Tomohon adalah PDIP. “Apakah mereka tidak pikirkan hal yang sama bisa terjadi,” pungkasnya.(jop*)













