ONLINEBRITA.COM, MANADO – Perbaikan tata kelola keungan dan mendirikan rumah sakit pendidikan menjadi perhatian khusus bakal calon rektor Univeritas Samratulangi (Unsrat) Manado periode 2026-2030 Dr.dr. Theresia Margaretha Dorothea Kaunang, Sp. KJ.(K), ketika diwawancarai wartawan usai mendaftar ke panitia (6/11) di Gedung Auditorium Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo.

Dokter spesialis psikiatri konsultan ini, menjadi kandidat terakhir yang mendaftarkan diri calon rektor ke panitia. Kehadirannya memberikan warna baru dalam bursa kepemimpinan Unsrat. Sekaligus membuka ruang bagi civitas akademika untuk melihat Pilrek bukan semata-mata sebagai kompetisi popularitas, melainkan pertarungan kapasitas, integritas, pengalaman, dan gagasan tentang masa depan universitas.
Keke, panggilan akrabnya, lebih lanjut mengatakan perbaikan tata kelolah keuangan sangat mendesak karena sekarang ini banyak penyalagunaan yang sangat merugikan mahasiswa maupun dosen.
Berkaitan juga dengan itu, banyak sumber daya dosen yang hanya dimanfaatkan, tetapi tidak diberdayakan sesuai kemampuannya untuk riset berdasarkan statuta dan tri dharma perguruan tinggi teruyaman kesejahteraan. " Yang dekat api saja yang menikmati, sedangkan mereka yang punya kapasitas tidak dibeesayakan karena faktor kedekatan," ujar Keke dengan nada serius.
Ia juga menyinggungung soal potensi Unsrat untuk pengembangan aset dan potnesi lainnya untuk membantu mahahsiswa. Sebab saat ini banyak lahan tidur yang belum dioptimalkan. Juga untuk pengembangan bisnis UMKM di semua fakulas. Bukan hanya di Fakultas Ekonomi.
" Jika semua ini bisa dilaksanakan, maka Unsrat akan mendunia Global dan naik level untuk pengembangan ilmu pengegahuan teknologi pendidikan dan budaya " ujar Keke.
Sedangkan soal pendirian rumah sakit pendidikan, menurutnya sekarang banyak alokasi dana yang dikeluarkan Unsrat untuk kepentingan mahasiswa baik praktek maupun lainnya, ujar Keke seraya mengatakan akan memperjuankan badan hukum Unsrat untuk tata kelolah labih baik.
Untuk pengembangan rumah sakit pendidikan ini lanjutnya, bisa kolaborasi dengan bersinergi dengan pemerintah untuk pengelolaan sekaligus menjadi rumah sakit tourism.
Keke bukan figur yang asing dalam lingkungan akademik dan pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara. Ia tercatat sebagai dosen tetap dengan jabatan akademik Lektor Kepala pada Bagian Psikiatri, Fakultas Kedokteran Unsrat. Selain menjalankan tugas akademik, ia juga merupakan praktisi medis di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Dari sisi pendidikan, Theresia telah menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) Ilmu Kedokteran di Universitas Indonesia pada 2011. Latar belakang akademik dan profesional tersebut menjadi modal penting untuk memasuki kontestasi kepemimpinan universitas. Terlebih, pengalaman dalam dunia pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan menuntut perpaduan antara ketajaman keilmuan, tanggung jawab profesional, kemampuan manajerial, serta kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan.
Bidang keahliannya meliputi psikiatri dan kesehatan mental. Sejumlah fokus penelitian yang berkaitan dengan kecemasan, demensia, perundungan di kalangan mahasiswa dan remaja, hingga psikologi keluarga menunjukkan keterlibatannya dalam isu-isu yang memiliki relevansi langsung dengan kehidupan masyarakat dan dunia pendidikan.
Salah satu aspek menarik dari latar belakang Theresia adalah bidang keilmuan yang digelutinya.
Menjawab pertanyaan, Keke mengatakan ke depan akan tansparansi dan keterbukaan untuk mengelolah semia sektor. Hal ini berkaitan dengan optimalisasi Unsratm.(jimmy)









