ONLINEBRITA.COM, MANADO – Tim dosen Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menghadirkan solusi Inovatif untuk efisiensi industri pertambangan melalui integrasi teknologi drone dengan alat berat.
Farly Kaluwata, salah satu anggota tim pengembang, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan untuk mempercepat proses akuisisi data volume galian dan kandungan material, ujarnyan(15/10) di Kampus Polimdo
Dalam metode konvensional, pengukuran volume tanah atau material yang digali serta analisis kandungan mineral seperti nikel biasanya membutuhkan waktu 2 hingga 3 hari karena harus menunggu proses penggalian dan pemindahan selesai sebelum dilakukan perhitungan ulang. Namun, dengan sistem yang dikembangkan Polimdo, drone akan melakukan scanning otomatis saat ekskavator bekerja. Data hasil pemindaian tersebut langsung terintegrasi ke dalam perangkat lunak (software) pada alat berat, sehingga volume kubikasi dan estimasi mineral dapat diketahui secara real-time di hari yang sama.
“Selesai hari ini, langsung dapat tahu proyeknya sekian kubik, mineralnya sekian banyak, tidak lagi menunggu 2 sampai 3 hari ke depan,” ujar Farly.
Saat ini, aplikasi tersebut masih berada dalam tahap model dasar. Ke depannya, tim berencana mengembangkan sistem ini dengan menambahkan sensor pada berbagai jenis alat berat seperti ekskavator, dozer, dan bulldozer.
Pengembangan lebih lanjut juga berpotensi mencakup analisis daya dukung tanah, lapisan tanah, dan jenis tanah, sehingga tidak hanya terbatas pada permukaan tetapi juga memberikan data komprehensif untuk potensi pengembangan lahan di masa depan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi strategis bagi industri pertambangan di Sulawesi Utara untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional. (*)







