Foto: Doa bersama terhadap bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia termasuk di Kota Tomohon.
ONLINEBRITA.COM, TOMOHON — Menghadapi musim kemarau berkepanjangan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lokon, Pemerintah Kota Tomohon menggelar doa bersama lintas agama sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Stadion Babe Palar Tomohon, Rabu (14/10/2026), dihadiri Wali Kota Tomohon Caroll J.A Senduk, S.H., bersama Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng dan Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G.A Rumajar SE MIKom.
Sebelum doa bersama, kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tomohon, Pdt. Julien Sagay-Karwur STh.

Doa dipanjatkan oleh perwakilan lintas agama, yakni Pdt. Joula Dengah MTh, Pdt. Rut Wangkai MTh, Pastor Revi Tanod Pr. PhD, Ustad H. Saing Mamang, serta perwakilan umat Buddha, Meichi Pannavati Bibiana Rindonuwu.
Dalam sambutannya, Wali Kota Caroll Senduk menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi musim kemarau panjang dan kebakaran hutan serta lahan, khususnya yang terjadi di kawasan Gunung Lokon.

“Atas nama Pemerintah Kota Tomohon, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kondisi musim kemarau panjang yang kita hadapi dan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di area Gunung Lokon,” ujar Caroll.
Menurutnya, doa bersama lintas agama bukan hanya menjadi ungkapan iman, tetapi juga wujud kepedulian dan solidaritas pemerintah bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dan masyarakat memohon pertolongan serta penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan, hikmat, dan ketabahan dalam menghadapi musim kemarau berkepanjangan.
Doa juga dipanjatkan agar upaya penanganan kebakaran di Gunung Lokon maupun di berbagai wilayah Indonesia dapat berjalan dengan baik.
Caroll turut mengajak seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, BPBD, relawan, komunitas pecinta alam, tokoh agama, dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi serta kerja sama dalam penanganan karhutla.
Menurutnya, penanganan kebakaran membutuhkan keterlibatan dan kepedulian bersama agar upaya pengendalian dapat berjalan efektif serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat dapat diminimalkan.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring SE ME, perwakilan Kodim 1302/Minahasa, perwakilan Kejaksaan Negeri Tomohon, perwakilan Polres Tomohon, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran Pemerintah Kota Tomohon, serta ASN se-Kota Tomohon.
Melalui doa bersama lintas agama ini, Pemerintah Kota Tomohon berharap semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong semakin kuat, sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk terus bersinergi menghadapi ancaman karhutla dan dampak musim kemarau.(*/jop)







