Sentuhan AI vs Rasa Manusia: Mengapa Fotografer Profesional Kurang Menyarankan AI Generated Image ?

AFIF NUR EFENDI : FOTOGRAFER PROFESIONAL BERKARIER DIBIDANG FOTOGRAFI SUDAH LEBIH 25 TAHUN


ONLINEBRITA.COM – Apa yang terjadi pada fotografer jika teknologi AI generate image semakin canggih?


Banyak orang membicarakan AI menggantikan manusia. Apalagi ada AI image generator
gratis sampai yang berbayar bikin jadi lebih gampang untuk create gambar dengan AI. Tapi,
apa benar AI bisa gantikan fotografer?
AI generate image sendiri adalah teknologi dimana kita bisa menghasilkan atau mengedit foto
hanya dengan sebuah prompt.

Sekarang semuanya makin gampang, karena udah banyak AI
generator dari ChatGPT Images, Gemini AI, DeepAI sampai AI yang ada di aplikasi edit foto.
Belum lagi orang-orang mulai membagikan banyak tips prompt AI foto, dari “10 Prompt AI foto
ala studio”, “Prompt AI foto bareng keluarga”, sampai “Prompt AI foto prewedding” dan masih
banyak lagi.


Apa tanggapan fotografer profesional tentang AI generate Image yang semakin banyak
digunakan?


“Sebuah foto bukan cuma gambar yang bisa dilihat, tapi ada momen yang diabadikan”.

Afif Nur Efendi, seorang fotografer profesional yang berkarir di bidang fotografi lebih dari 25 tahun
ini tidak menolak perkembangan teknologi. Malah bisa efisiensi waktu dan memudahkan
pekerjaan di bidang kreatif ini, menurutnya.


Sebagai lulusan fakultas ilmu komunikasi, Afif Nur Efendi menyadari perkembangan teknologi
selalu punya tujuan untuk mempermudah hidup manusia. Sama halnya seperti kamera, dari
sejarah fotografi dimulai dari kamera obscura, kemudian titik awal dunia fotografi dengan
dipatenkannya kamera daguerreotype, lalu adanya kamera analog dan terus berkembang
sampai munculnya kamera digital.


“AI juga bagian dari perkembangan teknologi, tujuan utamanya ya mempermudah”, begitu
kata pria kelahiran Lamongan ini. Afif Nur Efendi menekankan AI Generate Image jadi alat
untuk meringankan pekerjaan seorang fotografer.


Ia sama sekali tidak khawatir dengan isu AI menggantikan fotografer, karena AI atau teknologi
lainnya hanya menjadi sebuah tools. Hasil akhir yang bagus dan sesuai itu tergantung pada
siapa yang menggunakannya.


Bagaimana mengoptimalkan AI dalam dunia fotografi?


Dengan pengalaman 25 tahun tahun menjadi fotografer professional, menjadikan pria yang
akrab disapa “Afif” bercerita tentang AI yang mempercepat pekerjaannya. Kita bisa
mengoptimalkan AI di setiap tahapan proses produksi. “AI sangat membantu, adanya AI
(buat) proses preps jadi lebih cepat. Hemat waktu dan kita bisa fokus ngerjain yang lain”, ucap
Afif.


Di tahap pra produksi, AI bisa digunakan untuk pembuatan moodboard, mencari referensi
visual, sampai diskusi konsep pemotretan.
Menurut Afif, AI sangat membantu mempercepat proses delivery kepada klien dan
manfaatnya Afif bisa lebih mudah fokus untuk melanjutkan project-project yang lain.


Mengapa seorang fotografer profesional kurang menyarankan AI generate photo?


Pria yang memulai karir fotografinya sejak awal 2000-an ini, menyukai bidang fotografi karena
di sinilah ia bisa mengabadikan banyak cerita orang-orang. Afif senang ketika hasil karyakarya fotonya bisa membangkitkan perasaan tertentu untuk setiap orang yang melihatnya.


Di sisi lain, Afif Nur Efendi juga melihat tren fotografi yang mulai kontras antara kesempurnaan
visual buatan AI dan ketidaksempurnaan visual buatan manusia.


Dengan adanya AI Photo dimana banyak orang menggunakan AI Image generator, siapa pun
kini bisa menghasilkan gambar yang terlihat “sempurna”. Tapi, kesempurnaan visual belum
tentu bisa bercerita. Karena ketajaman, pencahayaan dan komposisi bukan satu-satunya
ukuran dari sebuah foto yang baik.


Berbeda dari karya-karya fotografer yang mampu menyesuaikan tone warna mengikuti
suasana momen yang nyata. Meski tidak selalu sempurna tapi sebuah visual yang dihasilkan
seorang manusia akan selalu memiliki nilai seni tersendiri.


Dari ketidaksempurnaan, sebuah foto malah lebih bisa bercerita dan terasa hidup.
Menurut Afif, seiring dengan berjalannya waktu AI generate photo berpotensi untuk mengikis
“rasa” dari sebuah foto. Ia mengkhawatirkan kita jadi terbiasa melihat gambar-gambar hasil
kecerdasan buatan sampai melupakan esensi dari sebuah foto itu sendiri.


Ia juga percaya bahwa sebuah foto tidak selalu tentang hasil akhir, melainkan ada momen
yang dialami dalam setiap proses pengambilan gambar. “Experiencing the moment”, setiap
orang selalu memiliki momen dengan cerita dan perasaannya tersendiri.


Bagaimana sikap yang bijak dalam penggunaan AI di bidang fotografi?


Afif menjelaskan tentang pentingnya sebuah proses di tengah teknologi yang terus
berkembang. AI memang sangat cukup mengubah banyak tren fotografi, tapi penggunaan AI
yang berlebihan juga beresiko pada kualitas karya.


Untuk itu, Afif memposisikan AI sebagai tools yang digunakan saat secukupnya dan saat
dibutuhkan agar setiap hasil karyanya tetap memiliki rasa dan lebih hidup.


Teknologi boleh terus berkembang tapi pada akhirnya, AI bisa membantu menciptakan
sebuah visual. Tapi, hanya manusia yang mampu memberikan makna dan nilai seni dalam
sebuah foto.


Kenali Afif Nur Efendi lebih dekat!


Memasuki tahun perak Afif Nur Efendi berkarir menjadi seorang fotografer telah
mengabadikan berbagai lini fotografi mulai dari human interest, commercial & branding,
fashion, profile portrait, pet hingga event & documentary.


Berbekal pengalaman dan dedikasinya di dunia fotografi, Afif Nur Efendi tidak hanya dikenal
sebagai fotografer profesional, tetapi juga sebagai seorang pengusaha, yaitu Co-Founder
sekaligus Creative Director PT Temara Media Republik, perusahaan yang didirikannya
bersama Tedja Somantri dan Rai Tedja Sukmana. Perusahaan ini berfokus pada layanan
fotografi, videografi, digital marketing dan media dengan menghadirkan solusi kreatif bagi
berbagai kebutuhan individu maupun korporasi.


Melalui PT Temara Media Republik, Afif Nur Efendi membuka ruang kolaborasi bagi siapa
saja yang ingin menghadirkan cerita melalui visual yang bermakna, Karena setiap karya
adalah sebuah cerita yang layak diabadikan, sehingga setiap hasil yang diciptakan tidak
hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki makna dan rasa yang mendalam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *