ONLINEBRITA.COM, MANADO – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Desa Kali, Kabupaten Minahasa, 12 Agustus 2026.
Berlangsung di Auditorium Prof. Tenda, Kampus Polimdo, penandatanganan ini dihadiri oleh Wakil Direktur I Polimdo, Dr. Diane Tangian, SH, M.Si., serta Hukum Tua Desa Kali, Altin Pungus, S.T.
Langkah nyata ini menjadi angin segar bagi sektor pariwisata daerah. Melalui sinergi ini, Polimdo mengerahkan kapasitasnya sebagai perguruan tinggi vokasi untuk mendampingi desa dalam mengoptimalkan potensi wisata lokal yang berbasis kearifan lokal, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
Selama ini, dunia pendidikan sering kali dinilai berjalan di jalurnya sendiri tanpa menyentuh langsung kebutuhan riil di lapangan. Namun, kerja sama antara Polimdo dan Desa Kali membuktikan sebaliknya.
Pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) bukan lagi sekadar wacana di atas kertas. Dengan masuknya pendampingan teknis dan inovasi dari civitas akademika Polimdo, Desa Kali diproyeksikan untuk bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan baru yang mandiri.
Peran Akademisi: Menyediakan riset terapan, pendampingan teknis tata kelola destinasi, serta pelatihan manajemen pariwisata bagi warga desa.
Peran Pemerintah Desa: Menggerakkan partisipasi aktif masyarakat lokal serta mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam atraksi dan fasilitas wisata.
Target Utama: Menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya mendatangkan devisa dan meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga tetap menjaga kelestarian alam sekitar.
Desa Kali dikenal memiliki potensi alam dan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan. Dengan adanya sentuhan teknologi, manajemen modern, serta edukasi sadar wisata dari Polimdo, desa ini diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Lebih dari itu, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional bagi perguruan tinggi vokasi lainnya di Indonesia. Vokasi hadir bukan hanya mencetak lulusan siap kerja di pabrik atau perusahaan besar, melainkan juga menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi kerakyatan langsung dari tingkat desa. (*)









