MINUT,ONLINEBRITA.COM – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak fenomena El Nino Tahun 2026. Langkah ini diambil menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara yang menyebutkan bahwa El Nino tahun ini berpotensi mencapai kategori sangat kuat pada periode September hingga Desember 2026.
Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan secara terpadu melibatkan seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa. Berdasarkan data BMKG, wilayah Kecamatan Likupang Barat dan Likupang Timur di Minut tercatat perlu mendapat perhatian khusus terhadap potensi kekeringan meteorologis.
“Informasi dari BMKG harus menjadi dasar kita untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan perlu diantisipasi sejak dini melalui langkah-langkah pencegahan yang terencana,” ujar Bupati Joune Ganda, Rabu (5/8/2026).
Selain ancaman kekeringan dan krisis air bersih, cuaca panas juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gagal panen, serta penyebaran penyakit seperti DBD dan ISPA. Oleh karena itu, Pemkab Minut mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, dan segera melaporkan jika menemukan titik api.
Wakil Bupati Kevin W. Lotulung menambahkan bahwa setiap informasi peringatan dini harus ditindaklanjuti dengan cepat agar masyarakat dapat melakukan antisipasi, terutama di wilayah yang rawan. Dengan koordinasi yang kuat, Pemkab Minut optimis dampak El Nino dapat diminimalkan demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Mec.










