ONLINEBRITA.COM MANADO – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Perjuangan Masyarakat Tokanbahu Makawidey mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara untuk menyampaikan aspirasi terkait rencana pengambilalihan lahan tempat tinggal mereka. Aksi demonstrasi ini dilakukan karena masyarakat merasa terancam dengan berdirinya dua pos militer di desa mereka dan adanya informasi bahwa tanah yang telah mereka huni selama 24 tahun akan diambil alih oleh Kodam XIII/Merdeka untuk keperluan militer.
Dalam orasinya, perwakilan masyarakat menjelaskan bahwa tanah sengketa tersebut merupakan tanah adat (tanah aer pak) yang telah dihuni secara turun-temurun. Saat ini, tercatat ada 90 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa yang bermukim di lokasi tersebut. Mereka mendesak adanya keadilan dan perlindungan hukum agar tidak tergusur dari tempat tinggal mereka.
Aspirasi warga diterima langsung oleh sejumlah anggota DPRD Sulut, antara lain Louis Schram, Julieta Runtuwene, dan Nick Lomban. Para legislator tersebut mendengarkan keluhan warga dengan seksama dan memberikan jaminan tindak lanjut.
Anggota DPRD berjanji akan membawa isu ini ke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) serta memanggil semua pihak yang terlibat, termasuk perwakilan TNI dan instansi terkait, untuk mencari jalan keluar terbaik. Pihak dewan menekankan bahwa solusi harus ditemukan tanpa mengorbankan hak-hak masyarakat yang sudah lama menetap di Desa Tokanbahu Makawidey.
Merespons janji dan komitmen dari anggota DPRD, massa demonstran kemudian membubarkan diri dengan tertib dan kondusif.
Mec.







