ONLINEBRITA.C OM, MINUT – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa Utara secara resmi meluncurkan program “Kolam Ikan Jurnalis PWI Minut” pada Senin (29/06/2026), sebuah langkah monumental yang tidak hanya menjadi sejarah baru bagi organisasi, tetapi juga wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan anggota.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terobosan inovatif ini. Mewakili Bupati Minut Dr. Joune Ganda, Asisten II Setdakab Minut yang juga menjabat sebagai Plh. Kadis Kominfosan, Robby Parengkuan, SH, menyampaikan dukungan penuh. “Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas terobosan PWI bersama sang penggagas. Ini adalah langkah konkret terkait ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan insan pers,” ujar Parengkuan. Ia menambahkan bahwa ke depan, kolaborasi dan kerja sama yang kuat dari semua pihak mutlak diperlukan agar program ini terus berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan upaya Pemkab Minahasa Utara yang secara konsisten memperkuat sektor perikanan sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Minahasa Utara sendiri dikenal memiliki potensi besar dalam ketahanan pangan, bahkan tercatat sebagai kabupaten dengan ketahanan pangan tertinggi di Sulawesi Utara pada tahun 2021.
Ketua PWI Sulawesi Utara, Sintya Bojoh, yang hadir langsung di lokasi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap kinerja pengurus PWI Minut. Menurutnya, langkah ini sangat strategis dalam membina kemitraan dan menunjukkan bahwa organisasi wartawan tidak hanya bertugas mencetak jurnalis kompeten, tetapi juga harus memperhatikan kesejahteraan anggotanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Plt Ketua PWI Minut yang juga menjabat sebagai Bendahara PWI Sulut, Debby Malongkade. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas sinergi dari seluruh pihak. “Terima kasih atas partisipasi dan dukungan luar biasa dari berbagai pihak, baik pemerintah, instansi vertikal, maupun swasta, terhadap program PWI Minahasa Utara hari ini,” ungkap Debby.
Di balik kesuksesan program ini, terdapat peran sentral dari Penasehat PWI Minut, Tonaas Wangko Isak Tambani. Bertindak sebagai penggagas dan pemrakarsa, lokasi tabur benih ini diselenggarakan di areal miliknya. Tokoh adat dan panutan masyarakat Toar Lumimuut ini dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai budaya, kemanusiaan, dan kebersamaan, serta menghargai peran pers sebagai mitra strategis dalam membangun daerah. Tidak hanya berhenti pada pemeliharaan ikan nila, Tonaas Wangko Isak Tambani juga memproyeksikan areal tersebut untuk dikembangkan lebih jauh, mengintegrasikannya dengan budidaya perikanan lanjutan serta penanaman komoditas pertanian.
Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh semangat gotong royong ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting dan pemangku kepentingan terkait, di antaranya:
· Robby Parengkuan, SH – Asisten II Setdakab Minut / Plh. Kadis Kominfosan (Mewakili Bupati Minut Dr. Joune Ganda)
· Sintya Bojoh – Ketua PWI Sulawesi Utara
· Shaefi, SH – Kasi Intel (Mewakili Kejaksaan Negeri Minahasa Utara)
· Letkol Laut Marfel Howan – Perwira Pelaksana (Mewakili Danlanudal Manado)
· Jack Paruntu – Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Minut
· Anne Ratulangi – Katimja Bantuan (Mewakili Kepala Balai Budidaya Air Tawar Tatelu)
· Arly Dondokambey – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulut
· Pimpinan PT. Suri Tani Pemuka
· Ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Minahasa Utara
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan dukungan luas terhadap program yang diinisiasi PWI Minut. Dengan adanya “Kolam Ikan Jurnalis” ini, diharapkan tidak hanya menjadi penggerak roda ekonomi bagi anggota PWI, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa insan pers mampu turun langsung dan berkontribusi secara konkret dalam memajukan ketahanan pangan bangsa.(*)







