Jalan Nasional Putus Total,Komisi lll DPRD Sulut Desak Balai Jalan Buka Akses Baru dan Tanggung Jawab Keselamatan Publik

BITUNG,ONLINEBRITA.COM – Kondisi jalan lama (eksisting) di kawasan Lingkar Tambang Likupang-Girian, Bitung, yang saat ini putus total dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, menjadi sorotan utama dalam rapat koordinasi yang digelar di Fave Hotel Bitung, Senin (15/6/2026). Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Utara, Berty Kapojos, bersama jajaran dewan lainnya mendesak agar jalan baru yang telah disediakan oleh PT Minahasa Selatan Mining (MSM) segera dibuka dan difungsikan untuk kepentingan publik.

Rapat yang melibatkan Walikota Bitung Hengky Honandar, Kapolres Bitung, perwakilan PT MSM, serta masyarakat terdampak ini bertujuan mencari solusi atas kebuntuan akses transportasi tersebut. Berty Kapojos mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali memfasilitasi pertemuan, namun masih terkendala masalah pembebasan lahan.

“Menurut informasi, ada perjanjian bahwa sebelum tanah warga yang terdampak dibayarkan, jalan baru belum bisa dibuka. Akibatnya, terjadi polarisasi di masyarakat; ada yang menolak dan ada yang menerima,” ujar Berty.

Mengingat status jalan tersebut adalah jalan nasional, legislator dari Partai Golkar ini menegaskan bahwa Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) harus mengambil tanggung jawab penuh jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Komisi III DPRD Sulut, yang juga dihadiri Nick Lomban, Yongkie Limen, Roy Roring, Tonny Supit, dan Haslinda Rotinsulu, mengusulkan agar dilakukan negosiasi intensif dan mendesak BPJN untuk segera membuka akses demi keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, menyatakan kesiapan pihak kepolisian untuk mengamankan kebijakan pemerintah demi kemaslahatan umum. Namun, ia memberikan catatan penting dan meminta waktu satu minggu ke depan untuk melakukan pendekatan persuasif.

“Saya minta waktu satu minggu, terhitung sejak hari Senin ini. Berikan kami ruang untuk bertemu dengan masyarakat dan Pak Wali Kota guna menyelesaikan permasalahan ini secara persuasif. Saya mohon kesabaran hati dari bapak dan ibu masyarakat yang belum menerima,” kata AKBP Albert Zai.

Kapolres juga menyoroti peran vital PT MSM dalam penyelesaian konflik ini. Ia mengingatkan perusahaan agar lebih proaktif, karena negosiasi pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa komitmen penuh dari pihak korporasi.

“Kuncinya juga ada di perusahaan itu sendiri. Apa artinya kami bernegosiasi jika perusahaan tidak proaktif? Mari sama-sama kita menjaga agar Kota Bitung tetap aman dan kondusif. Harapan saya, solusi terbaik bisa segera diterima demi kebaikan kita bersama dan keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.

Peliput : Mec.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *