ONLINEBRITA.COM, TERNATE Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui percepatan pembangunan infrastruktur dari sektor hulu hingga hilir perikanan.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara puncak peringatan HUT ke-53 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) sekaligus Pelantikan Pengurus DPD HNSI beberapa wilayah yang dipusatkan di Lapangan Perikanan Nusantara, Kota Ternate, Kamis (11/6/2026).

Senada dengan Gubernur Malut, Ketua HNSI Sulut Dr. Joune Ganda, SE, MM, MAP, M.Si sependapat selain percepatan pembangunan infrastruktur, HNSI bersama nelayan juga harus menjaga ekosistem laut sekaligus memacu implementasi ekonomi biru (blue economy) demi kesejahteraan masyarakat pesisir (nelayan).
Joune Ganda yang juga Bupati Minahasa Utara ini mengingatkan kembali visi besar para pendiri organisasi untuk terus memperjuangkan nasib dan taraf hidup nelayan di seluruh penjuru tanah air.
”Saya beberapa waktu lalu, menghadiri agenda bersama pihak kementerian. Ada banyak program stimulan yang akan sangat bermanfaat bagi nelayan, termasuk menyelaraskannya dengan program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto. Nah peluang ini harus kita dioptimalkan demi masa depan nelayan,” ujar Joune Ganda secara terpisah (11/6) kepada media ini menanggapi pernyataan Gubernur Malut Sherly

Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP HNSI, Herman Herry, beserta jajaran pengurus pusat tersebut, Gubernur Malutmemaparkan strategi besar pemanfaatan potensi perikanan Maluku Utara yang nilainya mencapai Rp10 triliun per tahun. Potensi raksasa ini diakui selama puluhan tahun belum tergarap optimal akibat kendala klasik, yakni keterbatasan permodalan dan modernisasi alat tangkap nelayan lokal.
Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara ini menambahkan bahwa di bawah kepemimpinannya, Pemprov Malut melakukan lompatan kebijakan yang progresif. Program Kampung Nelayan Merah Putih yang pada tahun sebelumnya hanya menyasar 6 titik, kini melonjak tajam menjadi 30 titik intervensi pada tahun 2026.
“Tidak ada gunanya potensi kekayaan laut yang begitu besar jika nelayan Maluku Utara tidak memiliki alat tangkap yang memadai. Oleh karena itu, melalui APBD Induk 2026, kami menyiapkan 450 unit mesin tempel berkapasitas 15 dan 20 PK untuk dibagikan langsung kepada para nelayan,” tegas Gubernur Sherly di hadapan ratusan nelayan dan tamu undangan yang hadir.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan inovasi pembiayaan terintegrasi yang kini ditempuh Pemprov Malut. Berbeda dengan pola tahun 2025 di mana pemerintah daerah memberikan bantuan fisik kapal utuh kepada 220 nelayan, tahun ini Pemprov Malut membangun kolaborasi strategis dengan bank-bank Himbara melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Alokasi anggaran pemprov dialihkan khusus untuk pengadaan mesin penggerak, sementara pos pembuatan fisik kapal didanai melalui akses KUR perbankan.

Hingga saat ini, sosialisasi intensif yang dimulai sejak Maret lalu telah berhasil menjaring 700 nelayan, di mana 300 di antaranya telah berhasil mencairkan dana KUR dan proses pembuatan kapalnya telah rampung. Pada momentum HUT HNSI ini, Gubernur bersama Ketua Umum HNSI secara simbolis menyerahkan bantuan mesin tempel kepada 10 orang perwakilan nelayan Malut.
Menjawab keluhan mendasar para nelayan, Gubernur juga memastikan bahwa ke depan akses mendapatkan BBM subsidi akan semakin dipermudah. Di setiap titik lokasi Kampung Nelayan Merah Putih akan dibangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Fasilitas ini juga akan dilengkapi dengan kehadiran off-taker (mitra penyerap hasil tangkapan) yang memfasilitasi penyediaan cold storage (gudang pendingin) berkapasitas 10 ton serta pabrik es berkapasitas 3 ton guna menjaga stabilitas harga beli ikan di tingkat desa pesisir.
Selain bantuan fisik dan ekonomi, Gubernur sangat menaruh perhatian pada aspek keselamatan jiwa para nelayan yang memiliki risiko kerja tinggi di laut lepas. Pemprov Malut memfasilitasi pembiayaan premi BPJS Ketenagakerjaan secara gratis untuk tahun pertama kepesertaan, serta mengimbau para nelayan untuk melanjutkannya secara mandiri pada tahun-tahun berikutnya.
Sebelum upacara seremonial dimulai, rangkaian kegiatan hari jadi ini diawali dengan aksi nyata Gerakan Nasional Bersih Laut yang menggandeng komunitas lingkungan nasional, Pandawara Group, di sepanjang area pantai Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Dalam kesempatan itu, Pandawara Group juga menyerahkan buku komik lingkungan berjudul “Pandawara Comicbook: Petualangan Melawan Sampah” secara langsung kepada Gubernur sebagai simbol kolaborasi generasi muda dalam menjaga kelestarian laut.

Ketua Umum DPP HNSI, Herman Herry, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Sherly yang dinilainya sangat visioner dan menaruh keberpihakan yang luar biasa pada nasib nelayan tradisional. Selaras dengan tema HUT ke-53, yaitu “HNSI Jaga Laut untuk Ekonomi Biru”, Herman menegaskan bahwa seluruh struktur HNSI siap menjadi mitra strategis dan perpanjangan tangan pemerintah dalam menyukseskan program-program kesejahteraan maritim di Maluku Utara.
Acara puncak ini juga dirangkaikan dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekjen DPP HNSI, Lydia Assegaf, sekaligus pelantikan resmi para Ketua DPD HNSI masa bakti 2025–2031 untuk beberapa wilayah strategis di Indonesia, yakni Provinsi Sumatera Utara (Zulfahri Siagian), Provinsi Papua Selatan (Pascalis Imadawa), Provinsi Papua (Adam Arisoi), dan Provinsi Jawa Barat (Iwan Mustofa).
Turut hadir dalam perayaan akbar tersebut jajaran Forkopimda Malut termasuk Kapolda Malut, Kepala Kejaksaan Tinggi Malut, Kepala Zona Bakamla Timur Laksma TNI I Putu Darjatna, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Mahrus, para Rektor perguruan tinggi di Maluku Utara, serta ribuan pelaku usaha perikanan se-Provinsi Maluku Utara. (*)











