ONLINEBRITA.COM, Rektor Universitas Samratulangi Manado Dr. Ir. Oktavian Berty Alexander Sompie, M. Eng. IPU. ASE AN. Eng. Sompie mengingatkan, pentingnya dokumen strategis yang relevan, terukur dan mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi serta kebutuhan pembangunan daerah.
Hal ini disampaikan Rektor saat.membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) revisi Rencana Strategis (Renstra) periode 2025–2029 di Hotel NDC Manado, Senin (25/5.2026). FGD yang berlangsung 3 harinini, ini guna merumuskan arah kebijakan, target kinerja, dan langkah pengembangan institusi Unsrat untuk lima tahun ke depan.

Menurut Rektor Unsrat, kegiatan ini sangat penting dan strategis bagi Unsrat. Sebagaimana diketahui Renstra ini yang merupakan dokumen dasar bagi Unsrat untuk lima tahun kedepan dan menjadi peta jalan. Melalui diskusi mendalam ini, kita ingin memastikan setiap program, sasaran, dan indikator kinerja yang disusun benar-benar bisa dijalankan, berdampak nyata, dan membawa Unsrat semakin maju, berdaya saing, dan berkontribusi besar bagi Provinsi Sulawesi Utara maupun Indonesia,” ujar Rektor.
Selanjutny tambah Rektor pelaksanaan revisi Renstra 2026-2029 sebagai langkah penyesuaian kebijakan terbaru pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan Tinggi, sains dan teknologi nomor 358/M/kep/2025 tentang indikator kinerja utama Perguruan Tinggi.
Karena itu melalui FGD ini kita sangat diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap Renstra eksistim, melakukan analisis kesenjangan antara indikator lama dan indikator baru, serta menyusun target-target capaian IKU yang lebih relevan, realistis dan terukur untuk periode 2025-2029.

” Saya melihat agenda kegiatan yang telah disusun selama 3 hari sangat komprehensif mulai dari evaluasi Renstra sebelumnya, pemetaan IKU terbaru, penyusunan target capaian hingga harmonisasi dan finalisasi draf revisi Renstra, hal ini menunjukkan keseriusan universitas dalam memastikan dokumen Renstra yang dihasilkan nanti benar-benar berkualitas dan dapat di implementasikan secara nyata oleh seluruh unit kerja Universitas Sam Ratulangi. ” jelas Rektor
Rektor harapkan bagi Peserta FGD dapat menyampaikan berbagai masukan, kontribusi pemikiran yang objektif dan konstruktif sehingga hasil akhir revisi Renstra menjadi acuan bersama, mulai dari penguatan riset unggulan berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas lulusan, digitalisasi layanan, hingga pengembangan kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga dalam maupun luar negeri.
FGD ini dihadiri juga Wakil Rektor 4 Prof Stenny Wala, Ketua Tim Prof Meis Nangoy, Kepala Biro perencanaan Prof Stella Reppi serta seluruh Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Akademik dari setiap fakultas, Kepala Biro, Kepala Bagian Perencanaan, serta pejabat terkait di lingkungan rektorat. Diskusi berfokus pada evaluasi capaian periode sebelumnya, dan penyempurnaan visi-misi, penyusunan sasaran strategis.(*)













