Foto: Wali Kota Caroll Senduk bersama Ibu drg Jeand’arc Senduk-Karundeng menghadiri Focus Group Diacussion.
ONLINEBRITA.COM, TOMOHON — Pemerintah Kota Tomohon mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi lintas sektor.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pariwisata Maju, Berdaya Saing, Ekonomi Hebat, Masyarakat Sejahtera”, yang digelar di Hotel Metland Marron Tomohon, Senin (28/9/2026).
FGD tersebut dihadiri Wali Kota Tomohon Caroll J.A Senduk S.H, didampingi Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng, serta jajaran Pemerintah Kota Tomohon, pimpinan instansi vertikal, perbankan, dunia usaha dan para pihak yang berkaitan dengan sektor kepariwisataan.

Sejumlah narasumber turut memberikan pandangan dalam forum tersebut, yakni Dr. Iwan Trihapsoro, Sp.D.V.E Sp.K.P dari Kementerian Kesehatan RI, Justina Puspawati selaku General Manager DMC Indonesia Abercrombie & Kent Indonesia, Levie Lantu selaku Managing Director AIM Investment Australia, Kepala BPS Kota Tomohon Ika Oktaria Gaib, S.S.T M.A.P, serta akademisi Valentino Lumowa, S.S M.A.
Dalam sambutannya, Wali Kota Caroll Senduk menegaskan bahwa pembangunan pariwisata di Tomohon tidak dapat dibebankan hanya kepada perangkat daerah yang membidangi pariwisata.

“Membangun pariwisata Tomohon bukan hanya tugas Dinas Pariwisata, tetapi merupakan tugas kita bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian. Kita membutuhkan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, dunia usaha, investor, perbankan, perguruan tinggi, komunitas, media serta mitra pembangunan lainnya,” ujar Caroll.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mengembangkan sektor pariwisata agar memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Caroll berharap FGD tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat menghasilkan pembahasan yang konkret mengenai berbagai langkah percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Melalui FGD ini, saya berharap kita dapat membahas secara terbuka dan konkret sembilan aksi percepatan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Sembilan aspek tersebut mencakup percepatan realisasi APBD, investasi, pembangunan infrastruktur, stabilitas harga, penguatan produksi dan sektor unggulan, perluasan kesempatan kerja, pengembangan industri, hingga kemudahan berusaha.
Forum ini sekaligus menjadi ruang pertukaran pandangan antara pemerintah, pelaku usaha, perbankan, akademisi, instansi vertikal dan pemangku kepentingan lainnya dalam melihat peluang serta tantangan pengembangan pariwisata Tomohon.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Tomohon mempertemukan berbagai perspektif untuk membahas arah pengembangan pariwisata yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, investasi, lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*/jop)







