Foto: Kunjungan Perusahan SANKYO DELICA di LPK-INA Sulut, baru-baru ini.
ONLINEBRITA.COM, SULUT — Peluang kerja ke Jepang kembali mengetuk pintu anak-anak muda Sulawesi Utara.
Kali ini, kesempatan itu datang langsung dari Negeri Sakura melalui SANKYO DELICA Co. Ltd., perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan makanan.

Bukan sekadar kunjungan biasa. Rombongan perusahaan Jepang tersebut datang ke Lembaga Pelatihan Kerja Indonesia Nippon Anugerah (LPK-INA) Sulawesi Utara untuk melakukan mensetsu atau wawancara sekaligus proses perekrutan tenaga kerja secara langsung.
Kunjungan ini menghadirkan Noguchi selaku Direktur SANKYO DELICA Co. Ltd., Ishihara dari Departemen Urusan Umum, serta Tokita Ren dari Divisi Packing Product. Mereka turut didampingi perwakilan KUMIAI/WILLOF, yakni Inoue dan Matsuo.

Proses seleksi berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, 28-29 Agustus 2026, di LPK-INA yang berlokasi di Kelurahan Walian Dua, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon.
Kepala Cabang LPK-INA Sulut, Romi shachou, mengatakan para peserta tidak datang ke meja interview dengan tangan kosong. Mereka telah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi kemampuan bahasa Jepang maupun keterampilan kerja.

“Sebelum proses interview ini, kami sudah mempersiapkan para siswa secara matang, baik dalam penguasaan bahasa maupun kemampuan skill mereka masing-masing,” ujar Romi, Senin (31/8/2026).
Modal sertifikat pun menjadi salah satu kunci. Sejumlah peserta telah mengantongi Japan Foundation Test for Basic Japanese (JFT) serta Specified Skilled Worker (SSW) atau dalam bahasa Jepang dikenal sebagai Tokutei Ginou, yakni status pekerja berketerampilan spesifik.

Hasilnya cukup menggembirakan. Dari proses mensetsu selama dua hari, 8 siswa dinyatakan lolos, sementara 11 siswa yang juga ikut lolos diwajibkan mengambil sertifikat SSW dan 6 siswa masuk daftar cadangan.
Namun, lolos interview bukan berarti perjalanan selesai. Justru, tahap berikutnya menjadi penentu sebelum para calon pekerja benar-benar menginjakkan kaki di Jepang.

“Sebelum mereka berangkat ke Jepang, kami akan terus membekali mereka terkait penguasaan bahasa, skill, serta pengetahuan tentang budaya Jepang,” tegas Romi.
LPK-INA juga memastikan pintu pendaftaran tetap terbuka secara bertahap bagi putra-putri Sulawesi Utara yang ingin mengejar peluang kerja melalui jalur resmi ke Jepang.

Menurut Romi, LPK-INA melalui jalur resmi telah memberangkatkan sekitar 700-an tenaga kerja ke Jepang.
Angka ini menjadi gambaran bahwa peluang kerja ke Negeri Sakura bukan lagi sekadar mimpi, sepanjang calon pekerja memiliki kompetensi dan mengikuti prosedur yang benar.

LPK-INA sendiri mempersiapkan calon migrant workers untuk berbagai bidang, mulai dari pengolahan makanan, konstruksi, perikanan, manufaktur, perhotelan, pertanian, peternakan hingga keperawatan.
Kini, dari ruang pelatihan di Tomohon, langkah menuju Jepang kembali dimulai. Bagi puluhan siswa yang mengikuti mensetsu, dua hari seleksi tersebut bukan sekadar wawancara, melainkan pintu awal menuju babak baru kehidupan di Negeri Sakura.

Diketahui, dari kunjungan tersebut rombongan Jepang sempat menikmati Pesona Taman Laut Bunaken Provinsi Sulawesi Utara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Pemprov Sulut Dr Denny Mangala MSi, Romi kaichou, Mario kaichou, dan Bambang shachou.(*/jop)







