JAKARTA,ONLINEBRITA.COM – Bupati Minahasa Utara (Minut), Dr. Joune J.E. Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, menegaskan bahwa hilirisasi kelapa merupakan langkah mutlak untuk meningkatkan daya saing sektor perkebunan di daerahnya. Menurutnya, pengelolaan komoditas “emas hijau” ini tidak boleh lagi berhenti pada penjualan bahan mentah (raw materials), melainkan harus bertransformasi menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi.
“Hilirisasi kelapa akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bupati Joune Ganda. Langkah penguatan industri pengolahan ini diyakini mampu memperkokoh posisi Minahasa Utara sebagai salah satu sentra kelapa utama di Indonesia, yang dikenal dengan julukan “Primadona Kelapa”.
Melalui kemitraan strategis dengan investor internasional, Pemkab Minut berupaya memperluas akses pasar global dan mendiversifikasi produk turunan kelapa. Hal ini sejalan dengan upaya mengurangi ekspor biji kelapa mentah dan beralih ke produk jadi. Selain kelapa, sektor pertanian Minut juga ditopang oleh komoditas unggulan lain seperti pala dan jagung, serta sektor pariwisata melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang.
Dengan luas wilayah mencapai 105.924 hektare dan penduduk sekitar 237.710 jiwa, Bupati berharap pembangunan di tingkat desa tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan ekonomi produktif. “Kemitraan strategis dengan investor internasional diharapkan mampu membuka jalur distribusi perdagangan bagi produk-produk unggulan Minahasa Utara agar mampu menembus pasar global secara berkelanjutan,” tutupnya.
Mec.







