Upacara Sakral Nusa Utara Prosesi Adat Tulude Digelar Pemkot Bitung

ONLIMEBRITA.COM, BITUNG – Upacara sakral masyarakat Nusa Utara, khususnya Sangihe dan Talaud, kembali menjadi wujud nyata rasa syukur atas berkat Tuhan Yang Maha Esa sepanjang tahun 2025, sekaligus menyongsong tahun baru 2026 dengan semangat yang diperbaharui.

Tradisi Budaya Warga Nusa Utara terus dibudayakan oleh Pemerintah Kota Bitung Sulawesi utara.Suasana khidmat saat prosesi adat Tulude digelar di lapangan Kantor Walikota pada Jumat (30/01/2026).

Upacara sakral masyarakat Nusa Utara, khususnya Sangihe dan Talaud, kembali menjadi wujud nyata rasa syukur atas berkat Tuhan Yang Maha Esa sepanjang tahun 2025, sekaligus menyongsong tahun baru 2026 dengan semangat yang diperbaharui.

Ketua Panitia Tulude Kota Bitung, Alfred Salindeho, menegaskan bahwa pelaksanaan Tulude bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya leluhur.
“Tulude adalah simbol syukur, doa, dan harapan. Melalui prosesi ini kita diajak untuk tetap melestarikan budaya Nusa Utara agar tidak tergerus arus modernisasi,” ujarnya.

Walikota Bitung, Hengky Honandar SE, Dalam sambutannya, menekankan bahwa Tulude menjadi cermin harmoni dalam keberagaman.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai luhur Tulude sebagai fondasi persatuan.

“Bitung tumbuh dan maju karena keberagaman. Tidak boleh ada sekat yang memecah persaudaraan. Justru dari perbedaan itulah kita berdiri kokoh dan bergerak maju,” tegas Honandar.

Momentum Tulude tahun ini semakin istimewa karena Ikatan Keluarga Sangihe Sitaro Talaud (IKSAT) Kota Bitung menganugerahkan gelar adat kepada Wali Kota Hengky Honandar.

Gelar tersebut adalah “Bataha Ikamanggi Torehe Tulung Banua”, yang bermakna pemimpin arif dan bijaksana, penjaga serta pemelihara negeri.

Penganugerahan ini menjadi simbol penghargaan atas peran Hengky Honandar dalam mempersatukan suku bangsa dan memperhatikan etnis Nusa Utara di Kota Bitung.
Prosesi adat Tulude ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Kota Bitung senantiasa diberkati, damai, serta menjadi rumah yang harmonis bagi semua etnis dan golongan.
Semangat syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap budaya diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal membangun peradaban yang lebih baik.

Tulude 2026 di Bitung bukan hanya perayaan budaya, melainkan juga pesan kuat bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan persatuan adalah jalan menuju masa depan yang lebih maju.(Mecky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *