ONLINEBEITA.COM, MANADO – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pola Kemitraan Pengembangan Ekosistem Usaha Tanaman Pala, Fasilitas Pembiayaan, dan Penjaminan Pasar.
Acara penandatanganan strategis tersebut digelar di Ruang Rapat Kantor Pusat Bank SulutGo pada Rabu, 23 September 2026. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen Bank SulutGo, Plt Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Bapak Heronimus Makainas, SE, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, Bapak Budiman Siahaan, serta para pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkab Sitaro dan unsur terkait.
Dalam sambutannya, Direktur Kredit Bank SulutGo, Esther C. Rampengan menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada jajaran pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dan OJK Sulutgamal. Kabupaten Sitaro dikenal memiliki komoditas unggulan berstandar nasional maupun global, yakni tanaman pala.
“Komoditas ini bukan sekadar sektor perkebunan konvensional, melainkan fondasi ekonomi kerakyatan dan sumber penghidupan utama sebagian besar masyarakat di Kabupaten Sitaro,” ujar pihak manajemen BSG. Menyadari potensi besar tersebut, kerja sama ini dirancang secara komprehensif untuk membangun ekosistem usaha tanaman pala yang terintegrasi di Kabupaten Sitaro.
Sebagai bentuk dukungan nyata, hingga saat ini pembiayaan BSG untuk sektor usaha pala telah menjangkau sekitar 138 debitur dengan plafon mencapai Rp9,5 miliar. Melalui momentum MoU dan PKS ini, BSG berharap penyaluran kredit dapat langsung diikuti dengan eksekusi berupa penyaluran pembiayaan kepada para petani pala yang telah hadir di lokasi acara.
Sementara itu, Kepala OJK Sulutgamal, Bapak Budiman siahaan, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara regulator perbankan dan pemerintah daerah sebagai katalisator penting dalam mengangkat daya saing komoditas lokal. Dengan terbangunnya ekosistem yang terintegrasi, kolaborasi ini tidak hanya berbicara tentang pembiayaan finansial dan penyaluran kredit, tetapi juga tentang transformasi ekonomi kerakyatan yang mandiri, tangguh, dan bernilai tambah tinggi.
OJK juga mendorong agar pola kemitraan berbasis ekosistem ini mampu merangkul seluruh unsur—mulai dari penyediaan akses pembiayaan, pendampingan manajemen usaha, hingga kepastian penjaminan pasar (off-taker) bagi para petani—sehingga kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sitaro dapat terus meningkat secara signifikan.(*)









