ONLINEBRITA.COM, MINUT – Bupati Minahasa Utara, Dr.Joune J.E Ganda, SE. MAP, MM,M.Si menegaskan Likupang Tourism Festival (LTF) bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari strategi memperkuat posisi Likupang sebagai destinasi pariwisata yang dikenal hingga tingkat internasional.
Hal itu disampaikan Joune Ganda saat membuka Likupang Tourism Festival 2026 di Pantai Paal, Likupang, Minahasa Utara, Jumat (21/8/2026).
Di tengah kondisi El Nino yang membuat sejumlah wilayah Minahasa Utara mengalami kekeringan, Joune justru mengajak masyarakat dan wisatawan melihat sisi lain Likupang yang tetap menghadirkan suasana sejuk, nyaman dan penuh kehangatan.
“Di tengah-tengah kita menghadapi kondisi El Nino yang cukup panjang, suasana yang ada di sini saya lihat penuh kehangatan dan kebahagiaan,” ujar Joune.
Menurutnya, kondisi tersebut sekaligus menunjukkan kekuatan Likupang sebagai kawasan pariwisata.
Keindahan alam, suasana pesisir dan keramahan masyarakat menjadi modal penting yang harus terus dirawat.
Joune mengatakan, LTF telah dilaksanakan selama beberapa tahun dan menjadi salah satu agenda pariwisata yang terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta Kementerian Pariwisata.
Bahkan, LTF pernah dikombinasikan dengan agenda internasional United Cities and Local Governments (UCLG) Aspac.
Bagi Joune, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa Likupang tidak lagi hanya dipromosikan sebagai destinasi wisata lokal, tetapi mulai diperkenalkan ke panggung internasional.
“Kita ingin Minahasa Utara, Sulawesi Utara, khususnya destinasi pariwisata Likupang, boleh dikenal sampai ke tingkat internasional,” tegasnya.
Ia bilang, sejumlah kepala daerah dari luar negeri yang pernah berkunjung ke Minahasa Utara masih mengingat pengalaman mereka selama berada di Likupang.
Bukan hanya panorama pantai yang membekas.
Keramahan masyarakat, pengalaman menyusuri laut hingga kawasan mangrove juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang mereka ceritakan kembali.
Menurut Joune, hal tersebut menunjukkan kekuatan Likupang tidak hanya terletak pada keindahan alam.
Keramahan masyarakat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang sulit dilupakan.
“Pengalaman-pengalaman unik, pengalaman-pengalaman yang sangat berkesan mereka dapatkan di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya di wilayah Likupang,” katanya.
Joune menegaskan Pemkab Minahasa Utara berkomitmen menjaga keberlanjutan LTF setiap tahun.
Namun, ia mengingatkan agar festival tidak berhenti ketika panggung dan tenda dibongkar.
Dampak ekonomi dan promosi yang dihasilkan harus terus bergerak setelah festival berakhir.
“Jadi bukan hanya selesai pada saat kegiatan acara ini, tetapi terus-menerus kita menjadikan efek domino dari kegiatan Likupang Tourism Festival ini memberikan dampak yang multiplier effect-nya terus-menerus,” ujarnya.
Ia berharap wisatawan yang datang ke Likupang akan membawa pulang pengalaman positif, kemudian menceritakannya kepada orang lain.
Dengan demikian, nama Likupang tetap berada dalam ingatan wisatawan dan mendorong mereka untuk kembali berkunjung.
“Orang akan selalu ingat Likupang, orang akan selalu datang ke sini, dan orang akan memberikan kesan yang baik,” tegasnya.
Selain panorama alam, LTF 2026 juga menjadi ruang untuk mengangkat budaya dan kearifan lokal Minahasa Utara.
Joune menilai berbagai tradisi, seni dan potensi lokal harus dikemas menjadi atraksi yang bisa dinikmati wisatawan tanpa kehilangan identitas aslinya.
“Kita mengangkat kearifan lokal kita untuk menjadi memori terindah bagi para pengunjung,” ujarnya.
Menurut dia, kearifan lokal merupakan aset yang harus dirawat sekaligus dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Karena itu, keberlanjutan pariwisata menurutnya bukan hanya soal menjaga destinasi, tetapi juga memastikan masyarakat lokal mendapatkan manfaat dari pertumbuhan kunjungan wisata.
Ada hal lain yang menjadi perhatian Joune dalam LTF 2026.
Festival tahun ini melibatkan generasi muda sebagai bagian penting dari penyelenggaraan dan kemeriahan acara.
Joune menyebut keterlibatan generasi muda sebagai peluang untuk membangun duta-duta pariwisata baru Minahasa Utara.
Apalagi, LTF 2026 menghadirkan artis yang dekat dengan segmen anak muda. Konsep tersebut dinilai dapat mempertemukan promosi pariwisata, budaya lokal dan tren generasi masa kini.
“Ini diharapkan bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak ekonomi yang baik juga bagi Kabupaten Minahasa Utara,” tuturnya.
Joune menegaskan, Likupang memiliki modal lengkap untuk berkembang sebagai destinasi unggulan.(*)













