ONLINEBRITA.COM, MANADO – Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bali melakukan studi banding ke Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado (Polimdo) guna mempelajari berbagai praktik baik dalam pengembangan pembelajaran vokasi dan pengelolaan unit bisnis kampus.
Kunjungan Jumat (22/5) tersebut dipimpin langsung Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bali, Nyoman Indah Kusuma Dewi, S.E., M.B.A., Ph.D., didampingi staf Ir. Ni Wayan Sukartini, M.AgB.
Dalam kegiatan itu, rombongan mempelajari tiga aspek utama di Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo, yakni pelaksanaan Teaching Factory (TEFA), penerapan model Project Based Learning (PBL), serta pengelolaan sarana dan prasarana pembelajaran.
Nyoman Indah Kusuma Dewi mengatakan, pihaknya tertarik mempelajari sistem teaching factory yang telah berjalan di Polimdo, khususnya di Jurusan Administrasi Bisnis.
Menurutnya, sebagai perguruan tinggi berstatus Badan Layanan Umum (BLU), setiap jurusan di Politeknik Negeri Bali dituntut memiliki unit bisnis yang mampu menghasilkan pendapatan dan mendukung sistem remunerasi dosen.
“Kami tertarik dengan teaching factory yang ada di Polimdo. Di Politeknik Negeri Bali sendiri, terutama di Jurusan Administrasi Bisnis, kami belum pernah benar-benar membuat teaching factory seperti yang ada di sini. Karena itu kami datang untuk melihat langsung bagaimana penerapannya,” ujar Nyoman.
Ia menilai konsep teaching factory di Polimdo sudah berjalan baik, termasuk keterlibatan mahasiswa dalam pengelolaan unit usaha seperti Polimart.
“Kalau di Bali masih dikelola koperasi, sedangkan di sini mahasiswa sudah terlibat langsung. Itu sangat menarik untuk kami pelajari lebih dalam,” katanya.
Nyoman juga mengaku terkesan dengan fasilitas dan suasana pembelajaran di Polimdo, terutama keberadaan kafe kampus dan galeri investasi yang dinilai aktif serta mampu menggandeng pelaku UMKM.
“Kesan saya, Polimdo jauh di atas ekspektasi saya. Cafe Polimdo ternyata hidup sekali dan berjalan dengan baik. Begitu juga galeri investasinya yang bisa menggandeng UMKM, itu luar biasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap perguruan tinggi memiliki regulasi dan budaya kerja yang berbeda. Karena itu, hasil studi banding ini nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di Politeknik Negeri Bali.
“Saya sebagai ketua jurusan berperan menjembatani agar apa yang kami pelajari di Polimdo bisa mendapat dukungan pimpinan di kampus kami. Setiap daerah punya culture masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo, Diana R.S. Maramis, S.E., M.Si., menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya saling berbagi pengalaman dan pengembangan institusi.
“Karena kita saling tukar menukar ide dan pengalaman. Politeknik Negeri Bali sudah BLU sehingga tentu ada banyak hal yang berbeda. Ke depan, kalau ada yang bagus di Bali tentu akan kami ikuti juga,” ujar Diana.
Ia berharap hubungan kerja sama dan pertukaran gagasan antar kedua institusi dapat terus terjalin demi peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
“Harapannya supaya politeknik kita sama-sama lebih baik ke depannya,” tandasnya. (*)







