ONLINEBRITA.COM, MINUT – Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menghadiri acara Closing Ceremony Kegiatan dalam rangka HUT Ke-36 Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS) GMIM dan Hari Persatuan Remaja Sinode GMIM. Bertempat di Pendopo Kantor Bupati Minahasa Utara. Sabtu, (21/2/2026).
Acara penutupan ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang digelar untuk memperingati dua momen penting bagi remaja GMIM, yaitu HUT ke-36 KPRS GMIM dan Hari Persatuan Remaja Sinode GMIM. Kehadiran Bupati Joune Ganda dalam acara tersebut menunjukkan dukungan dan apresiasi pemerintah daerah terhadap peran serta kontribusi remaja dalam kehidupan gereja dan masyarakat.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Moidi Suoth, S.Th dan pembacaan Alkitab terdapat di dalam Kisah Para Rasul 241-47. Dalam khotbahnya mengatakan, “Marilah kita memiliki ketekunan dan kesetiaan dalam mengikuti pengajaran Tuhan, menjadikan firman Tuhan sebagai identitas jati diri kita, dan memiliki kepedulian serta solidaritas dengan orang lain. Mari kita bertegun dalam pengajaran, persekutuan, dan kuasa Tuhan, menjadi contoh bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari,” ajak Pdt.Moidi
Bupati Joune Ganda yang juga adalah Pnt.Remaja dalam sambutannya menyampaikan, “Saya mengApresiasi dan terima kasih kepada KPRS GMIM karena telah memberikan kesempatan bagi wilayah Kabupaten Minahasa Utara, khususnya wilayah Kalawat Raya dan Airmadidi Bawah, untuk berpartisipasi dalam perayaan HUT ke-36 KPRS dan kegiatan Hari Persatuan Remaja (HPR),” ujar Bupati Joune Ganda. Bupati menekankan pentingnya kegiatan seperti HPR dalam mendukung remaja untuk menunjukkan prestasi dan kreativitasnya, sekaligus menutup kemungkinan terpapar hal-hal negatif.
Bupati secara khusus menyoroti kekhawatirannya terhadap dampak negatif kehidupan modern, terutama kecanduan game online dan yang lebih berbahaya, judi online, di kalangan remaja. Bupati mengungkapkan data dan masukan yang diterimanya mengenai banyaknya remaja yang terlibat judi online, sebuah kondisi yang ia nilai sangat memprihatinkan. Bupati menggambarkan modus operandi yang membuat remaja terjerat, mulai dari diberi kredit (untung) awal, merasa menang, hingga akhirnya kalah dan menggunakan uang sendiri, uang orang tua, bahkan uang teman. Ia mengingatkan para orang tua bahwa anak yang terlihat “baik” karena lebih senang di rumah bisa saja justru terjebak dalam aktivitas negatif tersebut di balik pintu kamarnya. Oleh karena itu, Bupati menegaskan bahwa kegiatan positif seperti HPR sangat penting untuk mengalihkan dan mengembangkan kreativitas remaja agar tidak terjurus ke hal-hal negatif.
Sementara itu, Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS) GMIM Pnt. Dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS (MEP). Dalam sambutannya mengucapkan syukur kepada Tuhan dan menyampaikan kebanggaan serta terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menyebut panitia lokal di 12 titik lokasi, Badan Pekerja Majelis Wilayah, pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (khususnya Bupati Joune Ganda yang disebutnya sebagai bagian dari keluarga besar remaja GMIM), serta seluruh pembina dan peserta remaja.
Ketua KPRS juga memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan. Kepada para remaja pemenang lomba, ia berpesan untuk tetap rendah hati, menggunakan talenta untuk Tuhan, dan terus menjadi remaja yang berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam Kristus Yesus.(*)












