ONLINEBRITA.COM, MANADO – Pesparani Katolik tingkat nasional dipastikan terjadwal tanggal 17 sampai 12 November 2027. Sulawesi Utara dipercaya menjadi tuan rumah. Dan Kota Tomohon menjadi salah satu Venue Pesparani Katolik ke IV Nasional
Sulawesi Utara setelah Kota Manado.
Yanny Kopalit salah satu panitia mengakui, kegiatan nasional ini diperkirakan akan diikuti sekitar 7.500 peserta dari seluruh Indonesia, terdiri dari peserta lomba, official, pendamping, panitia, serta tamu undangan.
Kota Manado akan menjadi pusat kegiatan pembukaan dan berbagai lomba kategori grup. Venue yang akan digunakan meliputi:
• Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut
• Graha Bumi Beringin Manado
• Aula Bank Indonesia Sulawesi Utara
• Aula Fakultas Kedokteran Unsrat Manado
• Manado Convention Center
Kegiatan di Kota Manado meliputi:
• Acara Pembukaan
• Lomba Paduan Suara
• Lomba Musik Kolintang
• Seminar-seminar
• Munas LP3KN
• Kunjungan Wisata
Diperkirakan sekitar 6.500 peserta akan menginap di Kota Manado dan sekitarnya, khususnya peserta kategori grup seperti lomba paduan suara dan musik kolintang.
Sementara itu, Kota Tomohon akan menjadi pusat kegiatan lomba perorangan dan puncak perayaan PESPARANI Nasional IV 2027. Venue yang disiapkan antara lain:
• Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen
• Persekolahan Yayasan Lokon Tomohon
• Stadion Babe Palar Tomohon
Kegiatan di Kota Tomohon meliputi:
• Acara Penutupan
• Kristus Raja / Christ Of The King Festival
• Parade dan Devile
• Lomba Bermazmur
• Lomba Bertutur Kitab Suci
• Lomba Cerdas Cermat Rohani
• Workshop Musik Inkulturasi
• Malam Budaya Kawanua Katolik
• Kunjungan Wisata
Peserta lomba perorangan seperti bermazmur, bertutur Kitab Suci, dan cerdas cermat rohani akan langsung ditempatkan di Kota Tomohon dan sekitarnya dengan estimasi jumlah peserta sekitar 1.000 orang.
PUNCAK KRISTUS RAJA / CHRIST OF THE KING FESTIVAL
Puncak kegiatan PESPARANI Nasional IV Tahun 2027 akan dipusatkan di Kota Tomohon melalui perayaan besar Kristus Raja / Christ Of The King Festival yang akan dirangkaikan dengan parade, devile, serta konser budaya Katolik Kawanua.
Seluruh peserta dari berbagai daerah nantinya akan bergerak menuju Tomohon untuk mengikuti perayaan penutupan tersebut sebagai simbol persaudaraan, iman, budaya, dan kebersamaan umat Katolik Indonesia.
Selain menjadi ajang pembinaan seni budaya liturgi Gereja Katolik, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta promosi budaya Sulawesi Utara di tingkat nasional.
Dalam struktur persiapan kegiatan ini, Dr. Art Merung dipercayakan sebagai Bidang Penyelenggaraan, sementara Pst. Paulus Mentang bertindak sebagai Moderator LP3KD Provinsi Sulawesi Utara.(*)







