ONLINEBRITA.COM, WAREMBUNGAN – Gelaran Family Gathering Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskuoan Manado, Minggu 17 Mei 2026 berakhir. Komsos Paroki Santa Veronika Kayuwatu sukses mendominasi ajang penghargaan bergengsi Komsos Kusuma Award Keuskupan Manado tahun 2026.
Dalam pergelaran yang berlangsung semarak di Paroki Petrus Rasul Warembungan, Komsos Paroki Kayuwatu tidak hanya sukses menyabet tiga gelar juara untuk kategori media sosial, tetapi juga dinobatkan sebagai Komsos Paroki Teladan 2026.
Ketua Panitia FG Komsos Keuskuoan Manado JimmySenduk ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu suksesnya acaea teraebut. Diantaranya Bapak Dr Joune Ganda, SE, MM. MAP.M.Si yang telah membantu seoenuhnya acara tersebut. JugaBank SulutGo, Kodam, Aquawar, Jo Produ tion, serta.ketua wikayah Rohani dan umat Paroki St Petrus Warembungan.
Sementara itu ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr, menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan untuk menghargai loyalitas para pegiat media dalam mewartakan kabar gembira.
“Komsos Award ini bukanlah ajang mencari juara-juaraan atas apa yang telah kamu buat, melainkan bentuk apresiasi dari saya bersama tim yang dipercayakan oleh Bapak Uskup, untuk memberikan penghargaan kepada teman-teman semua sebagai ungkapan terima kasih karena kamu sudah setia di dalam karya pewartaan,” ujar Pastor Made saat menyampaikan pengantar kegiatan.
Dominasi Paroki Santa Veronika Kayuwatu terlihat jelas setelah menyapu bersih posisi terbaik pada kategori Konten Facebook Terbaik, Konten Instagram Terbaik, dan Konten TikTok Terbaik, sebelum akhirnya meraih penghargaan tertinggi sebagai Komsos Teladan 2026.
Keberhasilan ini dinilai menjadi cerminan bahwa media sosial paroki dapat dikemas secara kreatif sekaligus fungsional sebagai sarana edukasi umat.
Menurut Pastor Made, seluruh karya yang dihasilkan oleh paroki-paroki di Keuskupan Manado saat ini telah mendapat perhatian dan dukungan penuh dari tingkat nasional.
“Ini semua didukung (di-support) oleh Komsos KWI, yang artinya semua karya komunikasi kita itu dilihat oleh banyak orang dan seluruh konten-konten yang kita buat itu sungguh bermakna untuk umat, sehingga dukungan mereka membuat kegiatan ini sungguh sangat berharga,” ungkapnya bangga.
Sebagai upaya menjaga mutu dan objektivitas penghargaan, panitia pelaksana dipastikan akan terus melakukan pembenahan sistem penilaian secara berkala pada edisi mendatang. Mulai tahun depan, sistem kurasi tidak hanya akan berpatokan pada keaktifan atau volume unggahan, melainkan juga menyentuh aspek estetika dan kedalaman esensi konten melalui penerapan sistem pembobotan nilai (rate score).
Pastor Made menjelaskan bahwa kompleksitas proses produksi konten akan menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian tersebut.
Untuk tahun depan, sudah direncanakan bahwa penghargaan akan diberikan bukan hanya sebatas berdasarkan kuantitas (jumlah) konten yang teman-teman buat.
“Melainkan juga akan diperhitungkan kualitasnya melalui penetapan rate score karena proses pembuatan video, film pendek, atau reels tentu jauh lebih rumit dibanding pembuatan foto atau pamflet desain grafis,” jelas Pastor Made.
Selain pembaruan pada sistem penilaian bobot konten, Komsos Keuskupan Manado juga berencana memperluas cakupan penghargaan dengan meluncurkan kategori baru demi memacu kreativitas para pegiat media paroki.
Berdasarkan hasil diskusi hangat bersama perwakilan Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), kategori inovasi akan diperkenalkan untuk mewadahi gagasan-gagasan visioner yang relevan dengan perkembangan teknologi digital.
Langkah inovatif ini diharapkan mampu memotivasi setiap paroki untuk melahirkan terobosan pewartaan yang segar dan kontekstual.
“Kemarin ada masukan mengenai bagaimana jika tahun depan ada nominasi untuk kategori ‘Inovasi Terbaru’, yang mana kategori tersebut sangat menarik karena dapat memunculkan kreativitas dan ide-ide segar mengenai hal baru apa yang bisa kita buat untuk masa depan,” tutur Pastor Made.
Di akhir sambutannya, Pastor Made mengajak seluruh kru Komsos paroki se-Keuskupan Manado untuk tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian hari ini, melainkan terus melangkah maju demi pelayanan yang lebih berdampak.
“Sekali lagi, teman-teman, mari kita terus berkarya untuk Gereja kita, demi kemuliaan nama Tuhan, karena semua yang kita buat saat ini adalah sesuatu yang tampak secara fisik, namun ke depan, kita tentu ingin melangkah lebih maju lagi di dalam pelayanan,” pungkas Pastor Made menutup arahannya.
Acara penganugerahan yang berlangsung di tengah suasana sejuk Warembungan tersebut diakhiri dengan upacara penyerahan trofi kepada para pemenang dan foto bersama seluruh utusan paroki.(*)







