Foto: Kepala BPMP Sulut Febry Dien bersama para Menteri pada kegiatan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
ONLINEBRITA.COM, JAKARTA – Karier Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara Febry H.J Dien S.T M.Inf.Tech(Man), kian melejit di tingkat Nasional.

Berbagai capaian strategis dalam penguatan mutu pendidikan menjadikannya figur yang diperhitungkan dalam lingkup kebijakan pendidikan nasional.
Buktinya, Febry Dien baru-baru ini diberi mandat selaku Ketua Panitia Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di tiga Kementerian, yang digelar di Kompleks Kemendikdasmen Jakarta (14/01/2025).

Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), serta Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).
Perayaan ini berlangsung khidmat, dengan penyampaian refleksi Natal oleh Pastor Yustinus Ardianto dan pesan damai Natal oleh Pendeta Henriette T. Hutabarat Lebang, yang turut dihadiri oleh Wali Kota Tomohon Caroll J.A Senduk SH.

Pada kesempatan itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan, tema perayaan sejalan dengan kebijakan penguatan keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial dan pendidikan.
Keluarga merupakan basis dalam membangun kehidupan yang damai serta tata kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dan bersatu,” ujarnya.

Ia menekankan, pentingnya pembiasaan nilai toleransi dan kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, anak-anak perlu dibiasakan berinteraksi dengan mereka yang berbeda keyakinan melalui perjumpaan dan percakapan yang saling menghargai.
“Perbedaan bukanlah pemisah, melainkan persatuan itu sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga dalam sambutannya menegaskan, perbedaan suku, agama, ras, dan budaya bukanlah ancaman, melainkan potensi yang memperkuat persatuan nasional.
“Kita memiliki mega diversity dalam berbagai bentuk ekspresi budaya yang harus kita jadikan sebagai kekuatan pemersatu,” jelasnya.

Menurut Fadli Zon, toleransi dan kerukunan umat beragama menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang.
“Persatuan adalah modal besar kita untuk maju menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Sembari menekankan, bahwa keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai persatuan di tengah keberagaman yang ada.
Ketua Panitia Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Febry H.J. Dien menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan secara kolaboratif di lingkungan tiga kementerian.
“Kehadiran para Menteri, Wakil Menteri, pejabat eselon, pegawai serta tokoh agama mencerminkan semangat kebersamaan dan kerukunan antarwarga kementerian,” ujarnya.
Ia berharap nilai kebersamaan yang tercermin dalam perayaan ini dapat terus terjaga dan diimplementasikan dalam kehidupan kerja sehari-hari.
“Perayaan Natal dan Tahun Baru ini tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga penguatan nilai toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman,” ungkapnya.
Dinilai berbagai kalangan, melejitnya karier Putra Sulut Febry Dien tersebut, diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus membawa kontribusi lebih besar bagi kemajuan pendidikan Indonesia secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan, para Menteri secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada perwakilan penerima melalui Satuan Tugas (Satgas) di lingkungan tiga kementerian, sebagai bentuk solidaritas dan empati bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Para tamu yang hadir, dihibur oleh penampilan Paduan Suara SD Mardi Yuana Depok, Paduan Suara Mahasiswa Satyawacana, SMA Strada Bhakti Wiyata, grup vokal BPMP Sulawesi Utara, serta sajian musik dari Ekosistem Musik Religi yang mengiringi rangkaian acara dan ramah tamah antarpegawai lintas kementerian.(*/jop)






